Chapter 66 : Kecewa - Halo✨

MasyaallahAlhamdullilah. Situs ini berisi link khusus bagi yang ini membaca lanjutan dari wattpad. Happy Reading 💛 Instagram : lia_rezaa_vahlefii

test

Sabtu, 01 November 2025

Chapter 66 : Kecewa


Daniel tak menyangka di saat sisa waktu yang begitu sedikit untuk keberangkatannya menuju bandara karena ingin ikut serta dalam prosesi pengiriman jenazah Ayahnya ke Italia, justru Marcello malah menunjukkan sesuatu yang seharusnya tidak ia harapkan.

"Nafisah bekerjasama dengan seorang mata-mata bernama Axel. Axel adalah Hanif, sepupu Nafisah. Aku sudah berkata padamu, atau mungkin Sofia sudah memberi tahu padamu sejak dulu. Jangan mudah percaya sama orang lain apalagi sampai jatuh cinta. Sekarang, kau sudah tahu kalau istri sialan mu itu menjebakmu! Apakah kau masih percaya kalau dia juga mencintaimu dengan tulus?"

Itulah kata-kata terakhir yang Daniel dengar dari Marcello sebelum akhirnya pria itu pergi ntah kemana. Sementara itu, wanita berlipstik merah yang tadinya memunggungi Nafisah akhirnya berbalik. Menatap dua orang pasutri yang sedang bersitegang.

"Ck, mereka drama sekali. Bahkan... " Dia tertawa, terlihat senang di atas penderitaan orang lain.

"Wanita yang dikenal anak baik-baik saja bisa terlihat sejahat itu. Ah sayang sekali, Kenapa sejak awal kau tidak memilih diriku saja, Adelard? Aku pikir... " Wanita berlipstik itu tertawa dengan tatapan sinis.

"Aku pikir waktu di masa lalu kita bisa lebih dari sekedar teman tidur. Tapi ternyata, ups," Wanita itu memegang bibirnya. "Marcello jangan sampai tahu atau dia bisa saja cemburu."

Akhirnya dia kembali tertawa dan pergi meninggalkan tempat. Tugas yang di berikan Marcello untuk berpura-pura menjadi Ivana agar bisa menjebak Nafisah melalui ponsel selama kurang lebih 1 bulan akhirnya selesai.

Kaki jenjangnya terus melangkah hingga menaiki sebuah mobil hitam yang terparkir tepat di samping mobil milik asisten Daniel. Asisten Daniel memang memiliki tugas kalau sebentar lagi dia akan mengantarkan Tuan Mudanya ke bandara setelah urusan majikannya itu selesai dengan Nafisah.

"Mas Daniel, aku bisa jelasin semuanya-"

"Kamu mau jelasin kalau kamu hanya korban dari semua rencana sepupumu itu, begitu?!" potong Daniel cepat dengan marah.

Daniel menatap Nafisah, kedua matanya melihat air mata istrinya itu mengalir di pipinya. Sebelumnya, jika melihat hal itu, Daniel tergerak untuk mengusapnya. Tapi sekarang, ia tidak terpikir sama sekali karena kekecewaan yang ia rasakan begitu dalam pada Nafisah.

"Mas Daniel-"

"Kenapa kamu melakukannya? Apalagi bersama Ivana yang berpura-pura sebagai assisten pribadimu padahal sebenarnya kalian bekerjasama atas perintah Hanif kan?!"

"Aku-"

"Kamu berniat menjebakku? Suamimu sendiri?! "

"Tidak, Daniel! Bukan seperti itu!"

Tiba-tiba Nafisah langsung memeluknya dengan erat. Daniel sadar, ada rasa bersalah yang berasal dari dalam diri Nafisah. Di saat yang sama ia juga merasa cemburu karena secara tidak langsung diam-diam selama ini Nafisah berkomunikasi dengan Hanif tanpa sepengetahuannya. Seperti yang Daniel tahu, biar bagaimanapun Hanif masih menyukai istrinya.

Dalam sekali hentak, Daniel berhasil melepaskan pelukan Nafisah dari tubuhnya. Daniel memundurkan langkahnya, memberi jarak di antara mereka.

"Mas Daniel, maafkan aku." Nafisah bersikeras bahkan memegang pergelangan tangan suaminya. "Aku tidak bermaksud menjebak Mas Daniel-"

"Kalau kamu tidak menjebakku, kenapa kamu menyetujui masalah ini bersama Hanif?! Kenapa kamu mau menjadi budaknya?!"

"Daniel-"

"JAWAB AKU!"

Nafisah langsung tersentak begitu Daniel terang-terang berteriak didepannya. Kali ini Nafisah tidak akan marah. Justru apa yang di lakukan Daniel saat ini adalah bentuk kekecewaan yang di rasakan pria itu.

"Saat itu aku tidak mencintaimu sama sekali Daniel!" ucap Nafisah akhirnya. "Aku mencari cara agar bisa berpisah denganmu menggunakan alasan tindakan yang kamu lakukan selama ini untuk menggugatmu agar kita berpisah. Tapi itu dulu ketika aku tidak terima atas keputusan Papa yang diam-diam nikahin aku sama kamu... "

"Dan akhirnya kamu mendapatkannya." Daniel tertawa, mendongak wajahnya dengan air mata yang mengalir di pipinya.

"Sekarang aku percaya dengan kata Sofia. Dia pernah berkata padaku bahwa jangan mudah percaya sama orang lain apalagi jika dia membuatmu jatuh cinta. Aku percaya kamu tidak mungkin melakukannya karena cinta yang kamu berikan padaku begitu tulus. Tapi ternyata, aku salah...." lanjut Daniel.

"Dan aku memang benar-benar mencintaimu, Daniel." Sesak, dada Nafisah terasa sesak. Rasanya ia ingin melampiaskan rasa penyesalannya itu dengan memeluk Daniel. Ia butuh ketenangan dari pelukan itu. Tapi sayangnya, Daniel telah menolaknya.

Tepat saat itu, mobil polisi datang dan berhenti di sebelah mobil asisten Daniel. Daniel menoleh ke belakang dan terkejut. Apalagi buru-buru asistennya itu langsung mendekatinya.

"Tuan Adelard. Polisi ini-"

"Biarkan mereka." ucap Daniel pada asistennya hingga pria stelan hitam itu menunduk patuh.

"Selamat pagi." Seorang polisi berpakaian bebas datang menghampiri Daniel bersama seorang rekan di sebelahnya.

"Kami mendapatkan laporan perintah untuk menangkap anda atas tuduhan dan pelanggaran hukum dengan pemalsuan identitas beserta laporan tindak pidana penipuan investasi."

Daniel emosi dan raut wajahnya menegang. "Saya tidak bisa di tangkap! Sebentar lagi saya harus ke bandara untuk-"

"Kami tidak menerima alasan apapun!" Polisi tersebut langsung memborgol tangan Daniel. "Anda bisa menjelaskannya di kantor. Tolong kerja samanya."

"Tapi-" Daniel terdiam sesaat. Tapi dalam hitungan detik ia tertawa sinis sambil menoleh ke arah Nafisah. "Cinta padaku? Tadi kamu berkata bahwa kamu mencintaiku, Nafisah?"

Air mata menetes di pipi Daniel. "Kamu pikir sekarang aku percaya padamu?"

"Mas Daniel-"

"Kamu sudah mendapatkan jawabannya sesuai keinginanmu untuk pergi dariku bukan?"

Daniel memaksakan senyum palsunya ke arah Nafisah. Bahkan akhirnya Daniel membenci Nafisah. "Maka lakukanlah!"

"Tidak! Aku tidak akan melakukannya sampai kapanpun! Bukankah kita saling mencintai? Aku mencintaimu, Mas Daniel. Sekarang aku menyesal dan benar-benar tulus mencintaimu."

"Penghianat!"

Nafisah langsung terdiam dalam seperkian detik. Jantungnya seolah-olah ikut berhenti berdetak.

"A.. Apa kata, Mas?" Air mata juga meluruh di pipi Nafisah. Seperti tombak tajam yang menghunus jantungnya, Nafisah merasa tubuh dan perasaannya begitu sakit.

"Penghianat. Kamu adalah penghianat!" Daniel langsung enggan menatap Nafisah. Bahkan ia pun sudah tidak sudi lagi menoleh ke belakang begitu polisi itu akhirnya menggiringnya menuju mobil.

Perasaan Daniel hancur. Daniel tidak menyangka kalau satu-satunya orang yang ia percaya sekaligus ia cintai justru malah menghianati kepercayaan yang ia berikan. Melaporkannya dan menjebaknya agar bisa di di tangkap.

Penghianat...

Satu kata yang Nafisah dengar dan kata itu memang tepat untuknya. Nafisah meluruh dengan lemas, ia jatuh terduduk di atas tanah sambil menangis bersamaan dengan kepergian mobil polisi itu.

Dari jauh, Hanif menatap semuanya dengan perasaan berkecamuk. Tugasnya sudah selesai. Bahkan ia tidak menyangka kalau selama ini Nafisah malah melindungi suaminya sendiri begitu mengetahui tindakan kejahatannya.

Kedatangan polisi barusan adalah murni berdasarkan bukti yang akhirnya mereka temukan dari peretas suara milik Nafisah yang diam-diam di miliki oleh Claire.

"Aku mencintaimu, Daniel. Aku benar-benar mencintaimu.. "

Nafisah terus menangis dan mengusap perutnya yang masih rata tetapi sudah ada calon buah cintanya bersama Daniel yang kini berkembang di rahimnya.

"Bahkan aku sedang hamil, Daniel. Buah cinta kita.."

*****

😭 chapter ini mengandung....

1 part lagi chapter Ending dan berlanjut ke cerita judul selanjutnya :)

Tentang :
Zulfa - Marcello & Nafisah - Daniel *Insya Allah update awal tahun 2023 atau mungkin lebih cepat.

Tokoh Utama, kedua bestie yang senasib. Zulfa dan Nafisah ^^

Author lagi menginginkan cerita yang berbeda dari sebelumnya. Tentang persahabatan dua orang wanita yang sama-sama patah karena cinta ❤

Belum pernah kan, selama ini tokoh utamanya dua orang wanita dan bersahabat selain pria dan wanita mulu hhe 😁


Makasih ya udah baca 🥰🥰

Jangan lupa follow akun instagram aku utk lihat spoiler next chapture Ending bsk.

Ig : lia_rezaa_vahlefii


NEXT CHAPTER ENDING :

https://nextchapterbylia.blogspot.com/2025/11/ending-akhir-semuanya.html


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Chapter 52 : Pertemuan Rasa Rindu