EPILOG : Pria Misterius - Halo✨

MasyaallahAlhamdullilah. Situs ini berisi link khusus bagi yang ini membaca lanjutan dari wattpad. Happy Reading 💛 Instagram : lia_rezaa_vahlefii

test

Sabtu, 01 November 2025

EPILOG : Pria Misterius


"Ya Allah, ada apa dengan putraku?"

Ela menangis. Hatinya hancur. Putranya yang baru sebulan dilahirkan meninggal. Memang, kelahirannya prematur. Namun dokter menjelaskan penyebab kematiannya adalah sesak napas.

"Organ tenggorokannya, belum siap untuk menelan,Bu Ela. Ditambah paru-parunya masih kempis atau belum berkembang secara matang. Ini bisa memicu sesak napas atau asfiksia, sehingga sulit untuk konsumsi ASI."

Ela menangis didalam pelukan Mamanya. Muhammad Abdullah Aqila Rajendra telah tiada. Seketika ia teringat Danish. Ia mencoba menghubunginya, namun tak ada respon sejak tadi.

"Mas, kamu dimana?"

****

"Kecelakaannya begitu tragis. Menurut saksi mata dan rekaman CCTV yang berada di sekitar TKP, suami ibu mengendarai motornya dengan kecepatan sedang dalam batas normal sambil membonceng gadis kecil berusia kisaran 6 tahun. Tiba-tiba ada pengendara motor lain yang terlihat mengebut dan tanpa sengaja menyenggol motor Pak Danish sehingga almarhum oleng dan terjatuh ke samping jalan bertepatan saat truk kontainer lewat."

"Korban langsung terlindas begitu saja bersama putrinya. Kondisi tubuh remuk dan patah tulang di bagian bahu."

Itulah penjelasan yang di dengar Nafisah oleh pihak kepolisian padanya. Danish dan Diyah,tewas pada kecelakaan maut yang menyimpan keduanya. Setelah kejadian itu, akhirnya keluarga pun memutuskan untuk memulangkan jenazah ke kampung halaman di kota Bontang, Kalimantan Timur.

Dan disinilah sekarang, Dengan air mata yang tiada hentinya mengalir di pipinya Nafisah mengusap pelan batu nisan yang sudah terukir rapi nama suaminya, Muhammad Danish. Sementara Diyah, di makamkan tepat di sebelahnya bersebelahan dengan makam Alina.

"Ya Allah, ini kah takdir yang harus hamba terima walaupun begitu menyakitkan?"

"Dunia ini bukanlah surga, hidup di dunia tujuannya tiada lain yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Setiap Muslim wajib mengimani takdir Allah yang baik ataupun yang buruk.
Setiap manusia menjalani hidup sesuai kehendak Allah bukan sesuai kehendaknya."

"Sungguh rencana Allah adalah yang terbaik tiadalah pembuat skenario terbaik kecuali Allah Subhanahu Wa Ta'ala."

"Hamba Allah yang taat ialah dia yang menerima setiap ketentuan Allah.
Terkadang seseorang mendapatkan sesuatu yang bukan dia inginkan, tapi yang ia butuhkan "

Tak ada yang perlu ia sesali meskipun Danish belum sempat mengetahui hasil kondisinya kalau saat ini ia sembuh total. Nafisah menatap makam yang ada di sampingnya yang juga bertuliskan almarhumah Alina.

Begitulah takdir, rezeki, jodoh, kematian, sudah di atur oleh Allah. Ia belum sempat merasakan menjadi seorang Ibu dari hasil pernikahannya dengan Danish namun takdir berkata lain.

"Dulu kalian terpisahkan oleh kematian Alina. Sekarang kalian di kumpulkan lagi bersama-sama di alam lain. Semoga kalian bertiga di tempatkan yang terbaik di sisi Allah. Sungguh aku begitu menyayangi kalian. Mas Danish, Diyah, dan Alina.. "

Dari jarak kejauhan, Ela menatap semuanya. Sekarang ia sadar, kenapa Danish tidak meresponnya sejak kemarin. Pria itu telah tiada. Tak ada satupun pihak keluarga Danish yang mengabarinya terkecuali mengetahui semuanya langsung dari Randi. Begitu mengetahuinya, saat itu juga Ela langsung menuju kota Bontang setelah putranya di makamkan.

"Maafkan aku Ela, jika di suruh memilih, tentu saja aku mencintai Nafisah."

"Aku tahu. Aku sadar aku siapa."

Begitulah kata-kata terakhir yang ia ingat beberapa hari yang lalu sebelum dia meninggal. Danish sempat menemuinya walaupun sebentar. Tapi sekarang pria itu tidak akan pernah menemuinya lagi untuk selama-lamanya.

Satu per satu para pelayat pergi meninggalkan pemakaman. Setelah semuanya pergi, perlahan Ela mendekati Nafisah. Sudah saatnya ia harus menghadapi Nafisah karena biar bagaimanapun ia sudah merebut suami orang lain.

"Assalamu'alaikum.."

"Wa'alaikumus-" Nafisah terdiam setelah melihat siapa yang datang. Pandangannya berubah menjadi datar.

"Wa'alaikumussalam.."

"Maaf, aku baru bisa bertemu denganmu, Nafisah. Aku baru saja menjalani proses pemulihan pasca operasi cesar dan putraku.. Meninggal."

Nafisah tetap diam meskipun mendengarnya. Tidak sedikit pun ia menatap Ela yang di sebelahnya.

"Aku juga ingin minta maaf soal-"

"Kita mencintai orang yang sama, Namun ternyata Allah lebih mencintai Mas Danish." potong Nafisah pelan. Ia pun berdiri dan meletakkan setangkai bunga mawar pada makam suami yang pernah ia cintai.

"Maaf saya harus pergi, Assalamualaikum."

Dan akhirnya Nafisah pergi. Ia tidak perlu mendengarkan penjelasan apapun lagi tentang masalah yang sudah-sudah. Semua sudah berlalu. Ia di duakan, ia sudah berlapang dada untuk menerimanya. Ia sudah di kecewakan, maka ia bersabar dan yakin bahwa Allah akan memberinya ganjaran pahala untuknya atas kesabaran yang ia lakukan. Ela menatap kepergian Nafisah. Merasa menyesal karena pernah menyakiti wanita itu.

Dari jarak kejauhan, seorang pria berpostur tinggi dengan ras bule berjalan di pinggiran trotoar depan taman makam. Pria tersebut melihat Nafisah berjalan keluar dari pintu pemakaman. Untuk pertama kalinya, ia melihat wanita asal Indonesia yang langsung memikat hatinya dengan pakaian tertutup dan rapi.

Tiba-tiba iris birunya menatap sesuatu yang terjatuh di tanah. Pria itu mendekatinya. Rupanya tasbih Nafisah terjatuh. Ia sendiri tidak tahu itu benda apa, bahkan ia menganggap benda tersebut adalah gelang.

Pria itu ingin mengejar Nafisah, namun terhenti karena sebuah panggilan masuk di ponselnya. Ia menerima panggilan itu sejenak, lalu secepat itu apa yang ingin ia lakukan sebelumnya malah terhenti. Nafisah sudah pergi ntah kemana..

"Kemana dia? Apakah dia tinggal di daerah sini?"

"Aku harus mencarinya.."

TAMAT

*****

Bukan Mahram by LiaRezaVahlefi


Blurb :

Juli 2022.

Kenangan buruk karena pernah di renggut kehormatannya pria lain bahkan setelah menikah pun di khianati oleh almarhum suami sendiri membuat Nafisah sadar, kalau dirinya lelah untuk mengenal lagi arti cinta apalagi mencarinya.

Sampai akhirnya Adelard datang ke dalam hidupnya. Pria itu begitu ambisius ingin mengejar Nafisah yang sikapnya begitu dingin. Nafisah sadarAdelard adalah sebuah takdir yang tiba-tiba datang sekaligus ingin ia hindari agar tidak terjatuh ke lubang yang sama, seperti di masalalu.

"Tidak mudah, untuk di posisi seperti aku memulai semuanya dari awal. Apalagi dengan pria sepertimu, Adelard."

****

Halo Assalamu'alaikum, Masya Allah AlhamdulillahAlhamdulillah ☺☺

Akhirnya cerita ini yang sudah berjalan sejak 2019 lalu akhirnya tamat dan selesai di tahun 2022 🥰.

Tidak bermaksud nggak konsisten, namun karena keadaan yang membuatku sbg author harus membagi waktu dengan urusan yang lain🙏☺

Tapi makasih ya sudah baca. Makasi sudah ikutin cerita ini dari awal sampai akhir.. 😘

Makasih vote dan komentarnya. Maaf sekiranya kalau ada yang kurang sreg sama akhir dari cerita ini karena semua itu sudah menjadi ketentuan author ☺

Allah Maha Adil. Maka seperti kata Nafisah, Dia dan Ela mencintai orang yang sama, Namun Allah lebih mencintai Danish.

Terima kasih sekali lagi, selamat menunggu cerita terbaru aku ya berjudul Bukan Mahram. Insya Allah Juli. Semoga suka nantinya..

With Love 🤍Lia

Instagram : lia_rezaa_vahlefii



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Chapter 52 : Pertemuan Rasa Rindu